Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts

Starbucks Bakal Hadir





Sripo/zaini
Maket Palembang Sport Convention Centre
Sriwijaya Post

PALEMBANG, SRIPO — Pemancangan tiang pertama menandai dimulai pembangunan komplek Palembang Sport Convention Centre untuk mendukung pelaksanaan SEA Games 2011 di areal GOR Sriwijaya Jl POM IX Kampus, Palembang, Jumat (22/10) siang.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto, Direktur PT GISI Jimmy Boaz Oentoro, dan Staf Ahli Pemkot Palembang Lukman Hakim menekan sirine bersamaan dengan pemancangan tiang.

Gubernur mengatakan, lokasi pembangunan PSCC merupakan kawasan segitiga emas di pusat kota yang punya nilai komersial tinggi. Perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, Starbucks, sudah menyampaikan komitmen untuk membuka outlet di PSCC itu.

“Akhirnya dimulai pembangunan ini. Pak Kapolda, suatu sore nanti kita lihat kolam di sini sambil menikmati cappucino dan pempek,” kata Alex.

Pada kesempatan itu, Alex Noerdin, menuturkan suitasi keamanan dan politik yang kondusif di Sumsel telah menarik minat investor. Keberadaan bangunan di komplek PSCC multi fungsi. Selain jadi pusat bisnis dan hiburan, juga untuk kegiatan keagamaan dan sosial.

“Gedung ini sudah dipesan Muslimat NU untuk kongres, dan tahun 2013 nanti Muktamar Muhammadiyah. Pak Rizal (Ketua Kadin Sumsel) usul pemilihan Putri Indonesia tahun depan di sini,” katanya.

Gubernur kembali menjelaskan pembangunan PSCC dilaksanakan oleh PT Griya Inti Sejahtera Insani (GISI) dengan sistem bangun serah guna (BOT) dalam jangka waktu 28 tahun.

Proyek ini dijamin tidak mengubah fungsi GOR dengan tetap memperhatikan lingkungan, ruang terbuka hijau, dan pedagang nasi goreng. Kemarin 20 pimpinan media nasional dan lokal menanam pohon di sekitar kolam retensi.

“Semua happy, tiap tahun dapat revenue. Benar ya pak tidak ada nanti ngeles-ngeles (berkilah, Red),”kata Alex menujukan kalimat itu pada Direktur PT GISI.

Pendeknya, kata Alex, tidak ada pembangunan lebih smart (cerdas, Red) dari PSCC ini.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah, mengatakan, Sumsel mendapat tambahan aset senilai Rp 528,5 milar setelah 28 tahun PSCC dioperasikan. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah Rp 18,7 miliar.

Menurutnya PSCC dilengkapi bangunan hotel 15 lantai -dari rencana sebelumnya 8 lantai- dengan 194 kamar, sport hall, dan town square 5 lantai.

“Bangunan diubah 15 lantai dengan mempertimbangkan masukan berbagai pihak terutama untuk atlet voli yang akan dipertandingkan di PSCC ini,” kata Rizal.

Fasilitas sport hall untuk lapangan basket dan voli dibuat nyaman dengan 4.000 kursi penonton. Bangunan juga dilengkapi ruang VIP, konferensi pers, dan lobi.

Direktur PT GISI, Jimmy Boaz Oentoro, mengatakan, pembangunan PSCC selesai dalam waktu sembilan bulan sejak dimulai kemarin.

“Kita sebagai putra bangsa mendukung pengembangan daerah, Jakarta kan sudah penuh. Saya kira kita harus mulai membangun daerah. Itu salah satu visi kita sehingga tertarik menanam investasi di sini,” katanya. (ahf)

Suryo Agung Siap Tampil di Asian Games

Suryo Agung Siap Tampil di Asian Games

MI/Hariyanto/as

SEMARANG--MEDIA INDONESIA.COM: Persiapan pelari cepat Indonesia Suryo Agung Wibowo untuk tampil pada Asian Games XVI di Guangzhou, China, 12-27 November 2010 saat ini sudah mencapai 90 persen.

Sabtu (9/10), Suryo mengatakan sisa waktu yang hanya sekitar satu bulan ini diharapkan bisa memenuhi kekurangan persiapan yang 10 persen tersebut. Menurut peraih dua medali emas (lari 100 dan 200 meter) SEA Games XXV di Laos 2009 tersebut, seminggu sebelum pelaksaan pesta olahraga multievent antarnegara Asia di China mendatang merupakan masa istirahat.

"Jadi seminggu sebelum Asian Games, saya berharap persiapan sudah mencapai 100 persen," kata pelari kelahiran Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta (Solo) tersebut.

Pada Asian Games mendatang, katanya, dirinya akan turun pada dua nomor, yaitu lari 100 meter dan 4X100 meter estafet putra. Ketika ditanya pesaing untuk nomor lari 100 meter, atlet yang sedang dalam proses kepindahan dari Jawa Tengah ke DKI Jakarta itu, mengatakan, dirinya tidak bisa menyebutkan satu per satu karena dirinya menganggap semua lawannya berat.

"Saya tidak bisa menyebutkan atlet dari negara A atau B, atau yang lainnya merupakan pesaing saya. Semua lawan berat karena pelari yang masuk tim nasional sudah pasti melakukan persiapan yang matang," katanya.

Selain itu, kata Suryo Agung yang menyumbangkan dua medali emas bagi Jateng pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur itu, selama ini dirinya belum pernah bertemu dengan calon lawannya. Catatan terbaik Suryo untuk lari 100 meter adalah 10,17 detik yang dicapai saat meraih emas SEA Games 2009 Laos. (Ant/OL-04)

Transportasi Harus Jadi Perhatian Selama SEA Games

PALEMBANG - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Ahmad Yani mengatakan bahwa pembukaan dan penutupan (opening dan closing) SEA Games 2011 di Palembang harus menjadi perhatian tersendiri. Hal ini karena pada momen tersebut arus transportasi berada pada puncak kesibukan dan berpotensi munculnya kemacetan.
"Harus dipersiapkan secara matang soal transportasi pada SEA Games nanti. Jangan sampai terjadi kemacetan total," kata Yani dalam Dialog Publik bertema Membedah Kesiapan Sumsel sebagai Tuan Rumah SEA Games 2011 di DPRD Sumsel, Kamis (7/10).
Ada pun titik perhatian pengaturan arus transportasi di antaranya rute kendaraan, lokasi parkir, jenis kendaraan, sistem arus kendaraan dan pengaturan lain yang diperlukan.
Ia juga menjelaskan bahwa bidang transportasi harus menjadi perhatian penuh. Sebab sektor transportasi harus memberikan pelayanan yang baik selama SEA Games mendatang.

Soegeng Haryadi

SEA Games 2011 Palembang Korbankan Ratusan Pohon

PALEMBANG--MI: Sedikitnya 795 pohon di sepanjang jalan menuju Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang terpaksa ditebang. Pasalnya akan dilakukan pelebarkan jalan untuk persiapan SEA Games XXVI 2011.

Asisten Pemerintahan Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman pada acara rapat koordinasi persiapan pelebaran jalan tersebut di Palembang, Rabu (6/10) mengatakan sejumlah pohon penghijauan di sepanjang jalan menuju bandara itu memang semuanya sudah besar sehingga perlu dilakukan penanaman kembali.

Rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Sumsel H Alex Noerdin itu juga dihadiri utusan pihak terkait seperti PLN, Telkom, PDAM dan lainnya. Lebih lanjut dia mengatakan, sehubungan Sumsel akan menjadi tuan rumah SEA Games, sehingga jalan menuju bandara itu harus lebih baik serta dilakukan pelebaran.

Selain pohon di sepanjang jalan yang akan dilebarkan itu, juga terdapat gardu PLN, kabal telepon serta pipa air PDAM yang harus dipindahkan, kata dia. Gubernur Sumsel mengatakan, sehubungan akan dilakukan pelebaran jalan segera, hendaknya semua pihak terkait harus mulai dari sekarang melaksanakan pemindahan fasilitas tersebut.

Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan lelang untuk menentukan pelaksana proyek pelebaran jalan, sehingga secepatnya dilakukan upaya pembersihan lokasi pada jalan di sepanjang menuju ke bandara, katanya lagi.

Mengenai biaya untuk pelebaran jalan tersebut, diharapkan ditanggulangi perusahaan karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dalam menyukseskan SEA Games, kata Gubernur. Ia berharap, rencana pelebaran jalan menuju bandara itu dimulai Januari 2011, karena sebelum pelaksanaan pesta olahraga se-Asia Tenggara nanti, semuanya harus rampung. (Ant/OL-04)

PDF Print
JAKARTA (SINDO) – Kerja sama PB PGSI (gulat) dengan PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya yang jadi bapak PGSI akan difokuskan untuk atlet yang akan berlaga di ajang SEA Games (SEAG) 2011 Indonesia.

”Sejauh ini MoU itu untuk menyukseskan program SEAG 2011. Sebab, target kami sebagai tuan rumah adalah menjadi pengumpul medali terbanyak. Karena itu, kami butuh dukungan BUMN,” ujar Ketua Umum PGSI Wafid Muharam seusai bertemu Presiden Direktur PT Wijaya Karya Bintang Perbowo dan Presiden Direktur PT Adhi Karya Bambang Tribowo kemarin.

Untuk menindaklanjuti target itu, PGSI akan menggelar sejumlah kejurnas senior dan junior di beberapa daerah. ”Menggelar di daerah gaungnya lebih terasa dan tentu saja kami akan menggandeng temanteman media massa untuk membantu,” ujar Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut. Ajang terdekat adalah kejurnas senior di Yogyakarta, Senin (25/10). Event itu diikuti 30 pengurus daerah.

Selain itu, Wafid menegaskan kerja sama yang dilakukan dengan kedua perusahaan tersebut mengutamakan prinsip kesetaraan. Sebab, pihaknya tidak mau merugikan pihak-pihak yang telah membantu PGSI. Untuk itu, Wafid bertekad memaksimalkan dukungan yang diberikan Adhi Karya dan Wijaya Karya tersebut. ”Mungkin pada masa lalu ada yang namanya bapak angkat dan mereka hanya dimintai sumbangsihnya. Tapi, sekarang tidak bisa begitu karena prinsip kesetaraan menjadi kata kunci suksesnya kerja sama seperti ini,” kata Wafid. (fahmi faisa)



Skuad Timnas Uruguay sudah tiba di Jakarta, kemarin (5/10). Kedatangan La Celeste (julukan Uruguay) yang dijadwalkan lima gelombang itu dibuka rombongan dari Italia. Kloter pertama ini berisi empat pemain dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 13.05 WIB dengan nomor penerbangan CX777.
Di dalamnya ada dua pemain Lazio Fernando Muslera dan Alvaro Gonzalez serta dua pilar Bologna, Gaston Ramirez dan Diego Perez. Begitu keluar melalui pintu II E, dua pemain Lazio itu langsung disambut antusias Laziale (julukan suporter Lazio). Yel-yel dukungan untuk personel Lazio pun langsung berkumandang yang dilanjutkan dengan pengalungan syal kepada Muslera dan Gonzalez.
Sayang, tak banyak waktu bagi mereka untuk foto bersama akibat pengawalan ketat panitia. Mereka langsung masuk mobil jenis van hitam ke Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta. ”It’s oke, it’s oke,” ujar Perez ketika ditanya soal antusiasme Laziale.
Pada 15.15 WIB, rombongan kedua tiba dengan nomor penerbangan QR672. Rombongan berisi 18 orang itu di dalamnya ada Adres Scotti, Daniel Tamborini, Diego Lugano, dan Juan Castillo serta Coach Uruguay Oscar Tabrez yang ketika itu mengenakan setelan jas hitam dipadu kemeja putih beserta ofisial lainnya.
Luis Suarez menjadi rombongan selanjutnya dengan nomor penerbangan KL809 pukul 17.25 WIB. Gelombang kelima dengan kekuatan tujuh orang akan datang pada pukul 22.45 WIB di antaranya ada Jorge Ficile, bek FC Porto. Total, rombongan Uruguay ada 34 orang. Sedangkan rombongan Diego Forlan yang dijadwalkan tiba pada gelombang keempat pukul 18.00 WIB ternyata mengalami ketelambatan karena pesawat yang ditumpangi pilar Atletico Madrid ini mengalami delay di Spanyol.
Tabarez mengaku, belum menentukan starting eleven untuk layani perlawanan Tim Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Jumat nanti (8/10). Lagi pula, arsitek yang sukses mengantarkan Uruguay tempati peringkat keempat di Piala Dunia 2010 itu masih meraba kekuatan Tim Garuda. Namun, dia tak menampik soal kepastian siapa saja yang datang. ”Kami masih buta karakter permainan Timnas Indonesia. Tapi pada dasarnya dalam kodisi siap tempur,” ungkapnya di Bandara Soekarno-Hatta kemarin.
Di sisi lain, Kapten Timnas Uruguay Diego Lugano mengaku butuh istirahat. Ini karena rekan-rekannya pasti dalam kondisi kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh. Namun demikian, mereka profesional dan tetap fokus dalam pertandingan Jumat nanti.
”Kami butuh istirahat untuk kembalikan kebugaran tubuh. Setelah itu baru bicarakan cara bermain lawan Indonesia. Kami akan jalankan apa saja yang diinstruksikan pelatih. Yang pasti, kami dalam kondisi siap untuk bertanding,” tukas bek Fenerbahce tesebut.
Sementara itu, Luis Suarez mendarat di Bandara Soekarno Hatta pukul 17.15 WIB dengan penerbangan KLM Royal Dutch dari Amsterdam. Pemain yang melakukan tindakan kontroversial di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan sengaja menahan bola ke gawang dengan tangannya itu sempat ingin menunggu rekannya, Diego Forlan yang terbang dari Spanyol. Tapi setelah mendapat informasi pesawat Forlan delay Suarez akhirnya ngeloyor mengikuti tim penjemput dengan pengawalan ketat tanpa mau mengeluarkan sepatah kata pun kepada awak media yang mengejarnya.
Sementara itu, pagi ini rencananya Timnas Uruguay akan melakukan latihan tertutup di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan. "Saat ini kami belum tahu apa saja agenda Timnas Uruguay besok (hari ini, red). Malam ini (tadi malam, red) kami masih mematangkannya," ujar Iman Arif, ketua Badan Tim Nasional.(kmd/ali/jpnn)

Orangutan Sumatera Dipasangi Transmiter



Sriwijaya Post

JAMBI - Enam orangutan (pongo abelii) menjalani operasi implantasi untuk pemasangan transmiter, alat pengirim sinyal. Orangutan yang dipasang alat ini akan memberikan data distribusi bagi peneliti pada sepanjang area jelajah satwa ini dalam ekosistem Bukit Tigapuluh, Provinsi Jambi.

Transmiter akan mempermudah pengamatan dan pengawasan orangutan.
-- Julius Paolo Siregar

Menurut Manajer Stasiun Reintroduksi Orangutan Sumatera FZS Julius Paolo Siregar, Senin (4/10/2010), Operasi pemasangan transmiter dilakukan tim dokter hewan Perth Zoo bersama Frankfurt Zoological Society (FZS), di Stasiun Reintroduksi Orangutan, Sungai Pengian, Sumay, Kabupaten Tebo, dua pekan lalu.

Ia melanjutkan, kegiatan ini merupakan langkah maju yang sangat penting bagi kegiatan reintroduksi orangutan sumatera, karena data distribusi dan perilaku satwa ini akan selalu terpantau. "Transmiter akan mempermudah pengamatan dan pengawasan orangutan, apakah orangutan yang dilepasliarkan mampu bertahan hidup di alam atau tidak," ujar Julius, di Jambi.

Keenam orangutan merupakan hasil sitaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara yang berusia 6-14 tahun. setelah disita, seluruh orangutan menjalani program rehabilitasi di Jambi untuk mengembalikan kemampuan hidup di alam liar.

Adapun, kepingan transmiter yang dipasang pada bagian tengkuk orangutan berdiameter sekitar 3 centimeter dan tebal 1 cm. Setelah terpasang, transmiter secara otomatis mengirim pesan pada pukul 07.00 hingga 15.00 setiap harinya selama dua tahun.

drh Simone Diane Vitali dari Perth Zoo menambahkan sinyal yang dikeluarkan oleh transmiter tidak akan mengganggu perilaku orangutan. Semakin besar tubuh orangutan, operasi implan justru akan semakin mudah. Pascaoperasi, keenam orangutan kini menjalani tahap pengamatan atas luka bekas jahitan. Luka bekas jahitan juga masih dalam proses pemulihan. Setelah dinyatakan tidak ada permasalahan maka orangutan tersebut akan dilepasliarkan di sejumlah titik di kawasan ekosistem Bukit Tigapuluh menunggu musim buah tiba.

Primate Section Supervisor, Exotic Mammal Perth Zoo Clare Olivia Campbell menambahkan teknologi ini sangat menguntungkan dan dapat menjadi tolok ukur kesuksesan program konservasi karena memberikan informasi atas habitat orangutan sumatera.

"Implan transmiter ini bisa diterapkan pada primata lain seperti jenis gibbon. Teknologi akan terus berkembang sehingga mungkin saja akan diciptakan transmiter baru yang berukuran lebih kecil sehingga memungkinkan untuk dipasang pada primata dengan ukuran yang lebih kecil pula," ujar Clare.

FZS bekerja sama dengan Kementrian Kehutanan, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Pan Eco menjalankan program reintroduksi orangutan sumatera di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Sejak 2002, FZS telah merehabilitasi 136 ekor orangutan dan 119 ekor yang mana di antaranya telah kembali ke alam bebas.

kompas.com

Indonesia vs Uruguay,8 Oktober 2010 di GBK

Indonesia vs Uruguay, Semoga Keamanan Kondusif

Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan persahabatan internasional melawan Uruguay, peringkat tiga Piala Dunia 2010. Pertandingan menurut rencana akan digelar pada Jumat 8 Oktober 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Sejumlah persiapan sudah dilakukan dan Timnas Uruguay pun sudah menyatakan akan membawa pemain-pemain topnya ke Jakarta, termasuk Diego Forlan (Atletico Madrid, Spanyol), Luis Suarez (Ajax, Belanda) dan Edison Cavani (Napoli, Italia).

PSSI pun berharap kondisi keamanan Indonesia sebelum kedatangan Uruguay ke Jakarta tanggal 5 Oktober dan pertandingan tanggal 8 Oktober nanti, bisa tetap kondusif.

"Ini serius nih, nggak main-main, semoga tidak terjadi apa-apa," cetus Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, dengan nada tinggi saat menggelar jumpa pers bersama Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia serta Iman Arif, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) di Kantor PSSI, Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (30/9/2010).

Lembaga yang dipimpin Nurdin Halid ini memang trauma dengan pembatalan sepihak dari Manchester United ketika akan datang ke Jakarta pertengahan 2009 lalu. Saat itu MU menolak bermain di Jakarta pasca peristiwa bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan.

"Semoga peristiwa seperti di jalan Ampera tidak terulang lagi. Ini bukan saja demi nama baik PSSI, tapi juga nama baik bangsa dan negara Indonesia," imbuhnya.

Koordinasi dengan polisi sudah dilakukan PSSI. Nugaraha yakin polisi bisa memberikan yang terbaik untuk menjaga keamanan pertandingan Indonesia vs Uruguay.

Panitia lokal pertandingan (LOC) melalui ketuanya, Joko Driyono, menjelaskan kalau pihaknya menjual tiket mulai 1 Oktober 2010 melalui rajakarcis.com. Tiket pertandingan juga akan dijual di loket-loket resmi di lokasi pertandingan pada hari-H.

Ada lima kategori harga tiket: ekonomi seharga Rp 75 ribu dicetak sebanyak 20 ribu lembar; Kelas II, Rp 150 ribu, 15 ribu lembar; Kelas I, Rp 300 ribu, 25 ribu lembar; Kelas VIP Barat, Rp 500 ribu, 4 ribu lembar; dan Kelas VVIP, Rp 2 juta, hanya 200 lembar.

Total, panitia lokal menjual 62.200 tiket. Lalu mengapa hanya menjual tiket sebanyak itu padahal kapasitas stadion mencapai 86 ribu orang? "Pertama faktor keamanan, kedua kenyamanan karena usia stadion sudah sangat tua," imbuh Joko.

Pertandingan juga akan disiarkan langsung oleh RCTI mulai pukul 19.00 WIB. Setelah melawan Uruguay, Indonesia dijadwalkan akan menggelar pertandingan persahabatan melawan Maladewa tanggal 12 Oktober 2010 di Bandung.

Menurut rilis resmi panitia lokal yang diterima wartawan, Kamis (30/9), Timnas Uruguay akan tiba di Jakarta mulai Selasa 5 Oktober 2010 dalam beberapa gelombang. Lalu Rabu (6/10) akan mengadakan latihan tertutup di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tak melulu latihan, Kamis (7/10) Forlan dan kawan-kawan akan jalan-jalan di sebuah mall di Jakarta. "Nanti saja kami beritahukan mereka jalan-jalan ke mana," jelas Iman tersenyum. Lalu pada pukul 19.00 WIB di hari yang sama, tim dengan seragam biru muda tersebut akan menjajal rumput Stadion GBK.

Di hari pertandingan, 8 Oktober 2010, anak asuhan Oscar Tabarez tersebut akan memilih berdiam di hotel dan tak mau diintip oleh siapa pun. "Biasanya mereka berdoa jelang pertandingan," imbuh Iman.

Kick off akan dimulai pada pukul 20.00 WIB. Keesokan harinya, Sabtu (9/10), Timnas Uruguay akan meninggalkan Jakarta dan terbang ke Cina untuk beruji coba dengan timnas negeri tirai bambu tersebut.

Fajar Anugrah Putra


Fajar Anugrah Putra, editor Yahoo! Indonesia.

Email: fajarap[at]yahoo-inc.com


Jakarta (ANTARA) - Potensi bencana geologi di kawasan Selat Sunda akan diatasi melalui rekayasa teknologi sehingga Jembatan Selat Sunda tetap dapat dibangun dengan mencermati kemungkinan bahaya yang akan timbul.

"Akan ada rekayasa teknologi untuk mengatasi itu semua," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak menjawab pers di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, pihak terkait seperti Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengadakan lokakarya kondisi bahaya geologi dalam rangka pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).

Menurut Hermanto, hampir seluruh wilayah di Indonesia ini memang berpotensi bencana. "Di Kobe Jepang pun ada sebuah jembatan yang bergeser hingga 1 meter akibat gempa," katanya.

Karena itu, tegasnya, pihaknya kini sedang mengevaluasi seluruh studi yang pernah dilakukan terkait dengan rencana pembangunan JSS.

"Dari berbagai informasi itu, kami juga akan melakukan pemetaan Batimetri di dasar laut Selat Sunda sehingga nanti akan diketahui, pada titik-titik mana yang bisa dilalui untuk tiang pancang jembatan dan mana yang tidak," katanya.

Hal itu juga, tegasnya, memungkinkan secara teknologi bisa menentukan bentang jembatan dan kedalaman tiang pancangnya.

"Yang pasti, kami mempertimbangkan teknologi suspensi untuk JSS dan kabel gantung," katanya.

Ia juga menambahkan, secara teknologi akan dipertimbangkan juga kemungkinan dampak tsunami terhadap JSS.

"Semuanya akan dihitung," katanya.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM R Sukhyar mengatakan, potensi bahaya gempa bumi tektonik di kawasan Selat Sunda terjadi akibat tumbukan lempeng pada zona tunjaman yang berada pada radius 500 km dari wilayah tapak pembangunan jembatan.

Gempa bumi zona tunjaman tersebut, ujar Sukhyar, dapat mempunyai kekuatan maksimum di atas 8,0 skala richter (SR). Selain akibat tunjaman lempeng, gempa bumi di kawasan ini dapat berasal dari aktivitas patahan aktif.

"Tiga patahan aktif regional yang terletak pada radius di bawah 50 km di daratan Sumatera dan dasar laut Selat Sunda, yakni patahan aktif Teluk Lampung, patahan aktif Panaitan?Rajabas dan patahan aktif Sukadana. Sedangkan di daratan Jawa dikenal dengan patahan aktif Banten," katanya.

Adapun gelombang tsunami di kawasan Selat Sunda pernah terjadi pada 1883, yakni saat letusan Gunung Api Krakatau.

Selain akibat letusan gunung api dan tsunami di kawasan tersebut dapat terjadi akibat gempa bumi tektonik kuat yang mematahkan lantai Selat Sunda pada zona tunjaman dan zona patahan Sumatera di Selat Sunda.

"Keberadaan potensi bahaya geologi ini bukanlah suatu hal yang harus ditakuti atau menjadi penghalang pembangunan yang telah dicanangkan. Tetapi merupakan suatu peringatan dini agar diwaspadai kemungkinan terjadinya dan diantisipasi dengan rekayasa teknik penanggulangannya," kata Sukhyar.

Pada acara Asia Pacific Ministerial Conference On Public Private Partnership for Infrastrusture Development 2010 awal tahun ini di Jakarta, Presiden SBY menawarkan skema kerja sama pemerintah dan swasta untuk pembangunan JSS.

Jembatan sepanjang 31 kilometer ini butuh dana lebih dari Rp100 triliun.

Selain menghubungkan dua pulau besar dengan total penduduk terbesar di Indonesia, JSS yang dijadwalkan selesai pada 2025 ini, juga akan meningkatkan konektivitas sesama negara di Asia


0110STS1.jpg
SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Produser Indonesia Mencari Bakat 2 TransTV, Anggi Anandatiya (tengah) didampingi Sulistyohadi, Marketing PR TransTV (kiri) dan Jordania, Creative Trans TV saat jumpa pers di Hotel Horison Palembang, Jumat (1/10).
Sriwijaya Post

PALEMBANG - Sukses menggelar Indonesia Mencari Bakat 1, Trans TV kembali membuka kesempatan kepada warga Indonesia untuk menunjukkan bakat di ajang IMB 2. Bagi yang berminat bisa mendapatkan formulir di Radio Lanugraha dan Momea.

Head Of Marketing Public Relations Trans TV menjelaskan, Palembang merupakan kota ke dua di Sumatera setelah Medan yang diharapkan bisa memunculkan bakat potensial dalam ajang IMB 2. Pihak panitia membutuhkan bakat menghibur yang akan dibawa mengikuti audisi di Jakarta sebanyak mungkin. Audisi kota akan dilaksanakan pada 2 dan 3 Oktober 2010 di Hotel Horison.

"Kita mengharapkan baakat bakat dari Palembang melebihi bakat yang ada di IMB 1," katanya saat konferensi pers, Jumat (1/10). Kesempatan yang diberikan kepada peserta hanya sekitar 2 menit. Peserta maksimal 15 orang jika dalam grup.

Eko Adiasaputro

Masyarakat Sumatra Selatan Harus Berubah Menyambut SEA Games

SEA Games 2011

TEMPO Interaktif, Jakarta - Angota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan berharap adanya perubahan midset dalam masyarakat Sumsel terkait perhelaan olah raga se Asia Tenggara di Sumsel tahun 2011. Budaya pelayana kepada orang lain atau tamu yang harus dibangun sejak dini.

Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqi Sofyan, Selasa (28/9) mengatakan, perubahan midset masyarakat Sumsel untuk menyambut SEA Games tidaklah mudah, tidak cukup dengan seminar atau ceramah.

Namun demikian diyakini bahwa perubahan mindset itu bisa saja terjadi. Masyarkat Sumsel adalah masyarakat yang terbuka meski keras. Karena sikap keterbukaan itulah yang menyebabkan SEA Games di dukung masyarakat.

Bihaqqi berkaca dari PON XVI tahun 2004 yang digelar di Palembang dan penyelenggaraan tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Gangguan boleh dibilang minimal terjadi selama penyelenggaraan PON.

Hal senada disampaikan oleh Mgs Idrus Ali dari Kerukunan Keluarga Palembang (KKP), dijelaskannya masyarakat Palembang yang religious dan terbuka membuat daerah ini minim konflik karena perbedaan, lagipula sejarah panjang daerah turut mendukung karena zaman sriwijaya sudah banyak bangsa-bangsa lain yang belajar dan menimbah ilmu di daerah ini saat itu. Apalagi hampir sebagian besar masyarakatnya adalah pedagang.

Arif Ardiansyah

KA Kertalaya Jadi Sarana Angkutan Favorit Mahasiswa Unsri







Struktur rel bergelombang yang menjadi tapak dari gerbong-gerbong pengangkut batubara itu seakan tak penting untuk mereka persoalkan. Muda-mudi itu tetap terlihat nyaman menikmati perjalanan mereka di dalam kereta berudara sejuk dan penuh alunan musik itu.

Tak terasa, perjalanan dari Stasiun Kertapati di Kota Palembang menuju Stasiun Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, itu selesai sudah. Dengan kecepatan tempuh rata-rata 60 km/jam, kereta moderen berkepala biru muda dengan strip hijau bernama ”Kertalaya” ini hanya membutuhkan waktu antara 20-25 menit untuk menelusuri rel sepanjang 22,5 kilometer yang dilaluinya. Alunan beat-beat merdu yang disuarakan band-band masa kini dari lubang sejumlah pengeras suara di atas kepala, serasa meleburkan guncangan akibat tidak ratanya permukaan rel.

Sarana transportasi massal yang diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, awal Februari 2009 silam, ini memang dikhususkan penggunannya bagi para mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) dan para staf pengajarnya yang berdomisili di Kota Palembang. Nama ”Kertalaya” sendiri merupakan penggalan dari dua nama stasiun yang yang menjadi titik awal dan akhir perjalanannya: Kertapati dan Indralaya.

Di luar waktu tempuh yang jauh lebih singkat dibandingkan bus, tingkat kenyamanan yang disuguhkan di dalam kereta moderen jenis railbus rakitan ini kian membuatnya lebih unggul. Rangkaian railbus ini terdiri dari 3 set kereta (gerbong) penumpang, dengan kapasitas angkut masing-masing 110 orang duduk dan berdiri, dengan perbandingan duduk 36 orang dan berdiri 74 orang.

Konstruksi railbus pertama yang dioperasikan di Indonesia ini berbentuk streamlined atau aerodinamis berbahan hybrid composite, jauh berbeda dengan kereta konvensional yang pernah ada di Indonesia yang menggunakan logam penuh. Struktur bogie atau rangkanya (chasis) menggunakan articulated bogie (menyatu dengan bodi) dan single axle atau sumbu roda tunggal, sehingga membuat gerbong dapat tetap "lekat" pada rangkaiannya jika mengalami anjlokan dalam kecepatan tinggi. Secara teori, rangkaian seperti ini lebih aman dibandingkan rangkaian KA konvensional.

Jika dipacu maksimal, railbus rakitan PT Inka Madiun yang mengandalkan mesin diesel elektrik berkapasitas 290 kilo volt ampere (KVA) ini mampu berlari dengan kecepatan hingga100 km/jam. Namun dalam pengoperasiannya, dengan alasan keamanan, PT Kereta Api Sub Divisi Regional III 1 Kertapati Sumatera Selatan, hanya memacu dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. ”Konstruksi rel yang bergelombang dan banyaknya penduduk yang hilir mudik di sekitar perlintasan menjadi alasan kami untuk tidak memacu railbus ini dengan kecepatan maksimal,” jelas Manajer PT KA Divre III.1 Kertapati, D. Odang Bhakti.

Lovi Aninda, mahasiswi semester pertama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya, di ruang tunggu Stasiun Kertapati, mengatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk menggunakan railbus ini dari pada naik bus. Selain jauh lebih murah, Kertalaya cukup sarat dengan fasilitas yang membuatnya begitu nyaman. ”Enak, sudah murah, full AC juga full music dan bersih. Sangat nyaman naik kereta ini, apalagi semua penumpangnya teman-teman satu kampus,” tutur Lovi, di ruang tunggu Stasiun Kertapati, Kota Palembang, Selasa, 15 Desember 2009.

”Dan, yang terpenting, jadwalnya tepat waktu,” imbuh dara manis berusia 18 tahun itu, yang langsung diamini dua rekannya, Dian dan Yuli. Dengan jadwal yang disesuaikan dengan waktu belajar mahasiswa, ketiganya mengaku sangat terbantu oleh pengoperasian KA Kertalaya ini, karena mereka bisa datang ke kampus tepat waktu.

***

Kendati jauh lebih moderen, lebih tepat waktu, serta jauh lebih nyaman dari angkutan jenis lain maupun KA konvensional yang pernah ada, KA Kertalaya memang tak seketika menjadi sarana angkutan umum favorit para mahasiswa dan staf pengajar di Unsri sebagaimana saat ini. Para mahasiswa, terutama, sempat mempermasalahkan besaran tarif yang dikenakan pada awal pengoperasian, yakni Rp3000 per orang.

Meskipun sesungguhnya tarif tersebut merupakan tarif bersubsidi yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Pemprov Sumsel dan PT KA Divre III Sumsel—di mana Pemprov Sumsel memberikan subsidi sebesar Rp1000 per orang atas selisih dari tarif dasar yang dikenakan PT KA sebesar Rp4000—mahasiswa menilai tarif Rp3000 masih terlalu tinggi. Alasan mereka, lokasi Stasiun Kertapati yang menjadi titik tolak tidak terletak di pusat kota. Kondisi ini membuat mereka harus mengeluarkan tambahan untuk ongkos perjalanan menuju stasiun. Atas dasar itulah sebagian besar mahasiswa lebih memilih tetap menggunakan Bus Mahasiswa yang dikontrak pihak manajemen kampus, yang biasa mengangkut mereka dari Palembang ke kampus Unsri di Indralaya.

Dengan menumpang bus mahasiswa yang bertarif Rp5.000 per orang, mereka mengaku bisa menghemat ongkos. Untuk menumpang bus mahasiswa, mereka cukup mendatangi sejumlah halte yang telah disediakan Dinas Perhubungan maupun di kampus Unsri Bukit Besar dengan berjalan kaki. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk bolak balik kampus-stasiun.

Namun saat ini, bus mahasiswa itu telah tiada. ”Kontraknya sudah habis dan tidak diperpanjang lagi oleh pihak kampus. Sebagai gantinya, pihak kampus menyediakan bus gratis untuk mengangkut mahasiswa dari kampus menuju stasiun Indralaya dan sebaliknya. Bus-bus itu datang dan pergi sesuai jadwal pemberangkatan dan kedatangan kereta,” Odang Bhakti menambahkan.

Dengan diputusnya kontrak bus mahasiswa tersebut, secara otomatis tingkat isian KA Kertalaya pun meningkat. Terlebih, sejak 10 Oktober 2009 lalu, tarif KA Kertalaya diturunkan menjadi Rp2500 per penumpang. ”Kenaikannya sangat signifikan sekali sejak bus mahasiswa tidak lagi beroperasi dan tarifnya diturunkan,” sambung M Baiki, asisten Manajer Sub Divre III.1 Kertapati Bidang Angkutan Penumpang.

Baiki memaparkan, Sepanjang bulan September, di mana tarif masih dipatok Rp3000 per penumpang, total penumpang yang diangkut KA Kertalaya hanya sebanyak 472 orang. Sementara pada Oktober, jumlahnya meningkat hingga tiga kali lipat, yaitu mencapai 1.393 penumpang. ”Sedangkan total penumpang yang diangkut selama bulan Nopember kemarin, totalnya mencapai 6.733 orang,” lanjut Baiki.

***

KA Kertalaya memang bukan sarana angkutan KA khusus pertama yang dioperaskan untuk mengangkut mahasiswa Unsri dari Kertapati menuju Indralaya dan sebaliknya. Sebelumnya, Pemprov Sumsel juga telah menjalin kerja sama pengoperasian KA bersubsidi bagi para mahasiswa dan staf pengajar Unsri, yaitu KA Seruni yang dioperasikan mulai Maret 2008.

KA Seruni merupakan rangkaian KA konvensional yang juga terdiri dari tiga set kereta penumpang dengan kapasitas angkut yang tak jauh berbeda. Tarif dan rutenya tak berbeda dengan Kertalaya, Rp2500 per penumpang sekali jalan tujuan Kertapati-Indralaya PP. Hanya saja, fasilitas yang tersedia di Seruni berbanding terbalik dengan yang ada di Kertalaya. KA Seruni tidak dilengkapi dengan sarana AC untuk menyejukkan ruangan maupun pemutar musik. Untuk mengusir udara panas, pihak PT KA hanya meng-install sejumlah kipas angin elektrik di setiap set kereta.

PT KA Divre III Sumsel menyandingkan pengoperasian KA Seruni dengan Kertalaya. Kedua-duanya melayani mahasiswa Unsri pada empat jadwal. Yaitu untuk pemberangkatan pukul 07.30 WIB dan 09.00 WIB dari Stasiun Kertapati menuju Indralaya, serta pemulangan pukul 09.30 WIB dan pukul 14.00 WIB pada rute sebaliknya.

Tujuan pengoperasian kereta api khusus bagi mahasiswa Unsri ini salah satunya adalah untukmengurangi beban jalan raya dan memenimalisasi tingkat kecelakaan jalan raya. Di sisi lain, KA untuk memberikan alternatif baru layanan transportasi bagi mahasiswa—yang selama ini digantungkan pada angkutan bus dan angkutan umum lainnya maupun kendaraan pribadi—untuk menjangkau kampus mereka di Indralaya yang berada agak di pinggiran kota, jauh di luar Kota Palembang. Kampus Unsri di Indralaya ini adalah kampus kedua yang statusnya kini menjadi kampus utama. Kampus yang areanya cukup luas itu menggantikan kampus lama di Kota Palembang yang saat ini digunakan untuk program kelas sore/ekstensi dan pasca sarjana serta beberapa kegiatan lain.

Selain memiliki kapasitas yang jauh lebih massif, jarak tempuh bepergian dengan KA juga jauh lebih pendek dan jadwalnya pun lebih teratur. Keuntungan lain yang tak kalah penting adalah tingkat keselamatan KA relatif jauh lebih tinggi dibandingkan angkutan darat lain seperti bus.

Sebagaimana diketahui, awal Juli 2009 lalu, Bus Mahasiswa Unsri sempat mengalami kecelakaan. Bus yang membawa sekitar 40 penumpang itu terbalik di Jalan Sriwijaya Raya KM 11, Indralaya, Ogan Ilir, sekitar pukul 09.00 WIB. Kecelakaan yang terjadi di lokasi yang berjarak beberapa kilometer dari kampus Unsri tersebut menelan korban jiwa. Kondektur bus nahas itu tewas di lokasi kejadian karena terimpit badan bus. Sementara tiga penumpang lain mengalami luka-luka.

”Bus relatif rentan mengalami kecelakaan di jalan raya. Karena itu, Pemprov Sumsel mengambil langkah untuk mengerjasamakan pengoperasian KA khusus ini buat mahasiswa Unsri. KA jauh lebih aman dan murah bagi mahasiswa,” tutur Ismawaty, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dinas Perhubungan Sumsel, saat ditemui di Stasiun Indralaya.

Ismawaty menambahkan, pihaknya saat ini tengah mewacanakan penambahan sarana bus feeder bagi mahasiswa dari kampus Unsri menuju Stasiun Indralaya. Karena menurutnya, kapasitas dua bus kecil yang disediakan pihak kampus saat ini relatif kurang memadai untuk melayani kebutuhan secara maksimal.

”Satu bus maksimal paling hanya mampu mengangkut berapa penumpang? Kasihan mahasiswa, karena takut telat masuk kuliah, mereka sering berjejalan di bus yang kecil itu. Anda bisa lihat sendiri, kan? Apalagi sekarang, tingkat isian KA Kertalaya maupun KA Seruni terus bertambah,” imbuhnya.

***

Jika berbicara tentang ketepatan waktu yang mengacu pada tren peningkatan jumlah penumpang KA Kertalaya dan Seruni saat ini, keterbatasan armada bus penjemput mahasiswa Unsri dari kampus menuju Stasiun Indralaya dan sebaliknya, pastinya akan menjadi masalah baru yang harus segera diselesaikan. Setidaknya, hal ini menjadi bahan pemikiran bagi pihak manajemen Unsri maupun pemerintah daerah setempat yang mengorientasikan pengoperasian KA khusus untuk melayani mahasiswa dan staf pengajar.

Namun begitu, bukan berarti PT KA Divre III Sumsel cukup berdiam diri menunggu aksi pemprov dan pihak Unsri untuk memikirkan pengadaan sarana penyambung antara Stasiun Indralaya dan kampus. Karena berdasarkan penuturan sejumlah mahasiswa, pada kurun dua minggu belakangan, waktu pemberangkatan KA Kertalaya dan Seruni kerap molor dari jadwal.

”Kemarin terlambat, sekarang juga telat. Seharusnya kereta sudah berangkat dari jam 9.00 tadi. Tapi sekarang sudah hampir jam 10.00, keretanya belum juga datang,” tutur Lovi.

Menjawab ini, Odang Bhakti mengatakan bahwa pihaknya saat ini pun tengah memikirkan hal tersebut. Diakuinya, bukan hanya jadwal perjalanan KA Seruni dan KA Kertalaya, jadwal KA-KA angkutan penumpang lain yang dilayani Stasiun Kertapati juga kerap terganggu karena sering berbenturan dengan program perjalanan KA pengangkut barang yang sangat padat setiap harinya.

Sebut saja misalnya KA batubara rangkaian panjang (Babaranjang), yang memiliki 28 jadwal perjalanan pergi-pulang per hari. Belum lagi ditambah dengan KA batubara reguler (18 jadwal, PP), KA Klinkers (4 jadwal, PP), KA pengangkut BBM (6 jadwal, PP), serta KA pengangkut pulp (2 jadwal, PP). Sedangkan jadwal KA penumpang yang dilayani meliputi 18 waktu perjalanan pergi-pulang.

Struktur perlintasan KA yang masih menggunakan single track (jalur tunggal) membuat kondisi tersebut relatif sulit untuk disikapi. Lain cerita jika infrastruktur perlintasan di wilayah ini sudah menerapkan pola jalur ganda (double track) atau pun jalur dwi ganda (double-double track).

”Memang dilematis, tapi memang begitu faktanya. KA penumpang harus sering mengalah dengan KA Babaranjang. Karena jika KA Babaranjang yang harus dikorbankan, tingkat kerugiannya akan berlipat-lipat jauh lebih besar ketika kita harus mengorbankan KA angkutan penumpang,” ungkap Odang.

Dalam sekali jalan, sebut Odang, biaya jasa operasional KA Babaranjang yang pelayanannya nonstop dilakukan selama 24 jam itu bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah. ”Babaranjang biaya operasionalnya Rp227 juta sekali jalan. Sedangkan KA penumpang eksekutif Limeks Sriwijaya misalnya, hanya sekitar Rp20 jutaan. Apalagi kalau harus dibandingkan dengan KA kelas ekonomi, yang paling besar hanya sekitar Rp8 juta, kerugiannya pasti tinggi sekali,” imbuhnya.

Namun, Odang menegaskan, menghadapi persoalan tersebut pihaknya tidak akan menyerah pada keadaan. Kondisi ini dijadikan tantangan baginya dan seluruh jajaran di bawahnya. Karena dengan alasan apa pun, mutu pelayanan terhadap angkutan penumpang harus ditingkatkan, sementara di satu sisi pelayanan angkutan batubara di rute tersebut juga tidak boleh terhambat.

”Salah satu caranya mungkin akan kita sesuaikan lagi jadwal perjalanan KA program (Babaranjang) dengan KA penumpang. Misalnya, jangan sampai dua kereta diberangkatkan pada waktu yang bersamaan,” pungkasnya.

Last Updated ( Tuesday, 29 December 2009 10:10 )

Jemaah Padati Masjid Agung



Sriwijaya Post-www.sripoku.com

PALEMBANG - Salat Idul Fitri 1431 H, Jumat (10/9) pagi tadi di Masjid Nasional Sultan Mahmud Badaruddin II (Masjid Agung) Palembang berlangsung lancar. Ribuan jemaah khusyuk mengikuti setiap rangkaian ibadah solat tersbut.

Pantauan Sripoku.com, sejak pukul 05.00 ribuan warga sudah datang ke masjid dan memposisikan diri pada shaf yang telah tersedia. Ada yang membawa tikar, terpal, dus, koran bahkan plastik sebagai tempat menyimpan sendal. Warga yang terlebih dahulu datang umumnya langsung memenuhi ruangan bangunan masjid.

Sementara yang datang belakangan tidak ada pilihan lain kecuali salat di lapangan dengan kondisi rumput yang sedikit becek. Banyaknya jemaah yang datang tentu tidak bisa ditampung dalam masjid tersebut. Karena itu sebagian Jalan Jendral sudirman, Jl Rustam Effendi, Jl Merdeka bahkan epermpat pangkal jembatan ampera juga dipenuhi jemaah.

Sekitar pukul 07.00 salat Id dimulai dengan terlebih dahulu penyampaian kata sambutan Pengurus Masjid Agung Palembang, Walikota Palembang dan Gubernur Sumsel. Shalat sendiri dipimpin Imam Kgs KH Nawawi Dencik dan Drs H Rosyidin Hasan sebagai khatib.

Eko Adiasaputro

Kostum Sriwijaya FC Pakai Motif Songket


TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah tampil "polos" pada kompetisi musim 2009-2010, klub Sriwijaya FC Palembang akan kembali memakai desain motif songket dalam kostum baru mereka pada musim mendatang. Motif songket kembali dipakai setelah Sriwijaya menggandeng perusahaan lokal Specs yang dikenal kerap memakai desain dan corak daerah dalam kostum tim sepak bola.

Dua tahun lalu para pemain Sriwijaya juga pernah tampil dengan kostum bermotif songket. Saat itu mereka sukses menyabet gelar juara Liga Indonesia dan Piala Indonesia. Tahun 2009, Sriwijaya sukses mempertahankan Piala Indonesia. Namun, saat mereka berganti sponsor apparel pada musim 2009/2010, banyak warga Sumatera Selatan, terutama Palembang, yang protes karena tak ada lagi motif songket di kostum pemain. Apalagi prestasi Sriwijaya juga anjlok di Liga Super Indonesia.

"Ibaratnya kostum dengan motif songket itu bertuah, bawa berkah. Kami berharap Sriwijaya bisa tampil lebih baik lagi dengan kostum baru ini dan mengulang sukses dua tahun lalu saat kami merebut double-winner," kata Manajer Sriwijaya Hendri Zaenudin dalam acara peluncuran kostum baru tim di Jakarta, Jumat (23/7).

Kali ini Sriwijaya memilih motif songket kuno berante rakam untuk dipasang dalam kostum tim mereka. Motif songket ini sangat familiar di Sumatera Selatan dan kerap dipakai dalam misi kebudayaan Indonesia. "Kami bangga menggunakan produk lokal dan menambah motif songket yang merupakan kekayaan budaya Indonesia. Specs bisa mengakomodir keinginan pecinta Sriwijaya dengan kostum bermotif songket," kata Presiden Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri Dodi Reza Alex.

Kontrak kerja sama Sriwijaya dengan Specs berlangsung selama satu musim dengan nilai Rp 4,5 miliar atau naik 300 persen ketimbang kontribusi Specs untuk Sriwijaya dua tahun lalu. "Kami memberikan dalam bentuk barang 32 jenis dan jumlahnya ribuan," kata Arif Prijadi Wirawan, Presiden Direktur PT Panatrade Caraka, perusahaan pemilik merek Specs.

Specs memang dikenal kerap mencampurkan corak atau motif tradisional ke dalam kostum tim yang mereka sponsori. Ini untuk mengembangkan gerakan "Buktikan Indonesiamu" yang selalu mereka usung dalam tiap produk. "Yang penting adalah mencintai karya Indonesia," kata Arif.

Musim 2009-2010, Specs pernah menjadi sponsor apparel untuk klub PSM Makassar, Bontang FC, Semen Padang, Persiram Raja Ampat, PSMS Medan, dan Persires Rengat yang kostumnya tampil unik dengan motif dari daerahnya masing-masing. Beberapa tim besar, seperti PSM, musim ini akan kembali mendapat dukungan dari Specs.

GABRIEL WAHYU TITIYOGA


Liputan6.com, Palembang: Sriwijaya FC akhirnya keluar sebagai juara pertandingan pra musim atau Inter Island Cup (IIC) 2010. Sriwijaya menundukkan Persiwa Wamena 2-0 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Jaka Baring Palembang, Sumatra Selatan, Ahad (5/9).

Dalam laga ini Sriwijaya tampil percaya diri. Budi Sudarsono dan kawan-kawan pun langsung menyerang sejak kick off. Sayang, sejumlah peluang gagal menjadi gol. Pada menit 20, Park Jung Hwan berhasil mencetak gol lewat tendangan mendatar. Kedudukan 1-0 untuk Sriwijaya.

Unggul satu nol membuat Sriwijaya terus menekan. Di menit 43, Budi Sudarsono berpeluang menghasilkan gol. Namun sepakan Budi masih mampu ditangkap kiper Persiwa. Hingga jeda, kedudukan 1-0 tetap bertahan.

Di babak kedua, Persiwa coba bangkit. Sebuah umpan lambung pada Petir Rumaropen nyaris berbuah gol apabila tandukannya tak melambung di atas mistar gawang. Keasyikan menyerang, Persiwa lengah. Budi pada menit 62 bersahil mengiring bola hingga ke gawang tanpa pengawalan dan gol. Skor 2-0 bertahan hingga usai.(JUM)

Festival Palembang Darussalam Digelar berlangsung meriah

PALEMBANG, KOMPAS.com--Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, H Marzuki Alie, membuka Festival Palembang Darussalam XII di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/8) malam, digelar hingga 28 Agustus.

Saat membuka festival ini, Marzuki berharap dapat melibatkan raja-raja dari daerah lain, bahkan kerajaan melayu, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. "Kegiatan seperti harus ditingkatkan lagi, dan juga diselenggarakan dengan meriah yang melibatkan para raja-raja di tanah air dan juga raja melayu di negara tetangga," ujar Ketua DPR, di hadapan Wali Kota Palembang, H Eddy Santana Putra, dan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, beserta para tokoh masyarakat Kota Palembang.

Festival yang diselenggarakan Keluarga Besar Palembang Darussalam (Kerukunan Keluarga Palembang) tersebut, merupakan acara tahunan bekerjsama dengan Pemerintah Kota Palembang untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

H Eddy Sanata Putra, Wali Kota Palembang mengatakan kesiapan untuk meramaikan dengan berbagai kegiatan di kota tertua itu, antara lain dengan menyiapkan areal yang dapat dipergunakan untuk melakukan acara seni dan budaya.

Ia berharap, ke depan kegiatan itu akan dioptimalkan dengan dukungan biaya melalui APBD Kota Palembang, sehingga dapat terselenggara dengan lebih baik lagi.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyatakan bahwa festival itu pada tahun depan bakal digeser waktu pelaksanaannya.

Menurut dia, tujuan pergeseran untuk ikut memeriahkan pembukaan SEA Games XXVI tahun 2011. "Dengan demikian kesenian daerah kita, dapat disaksikan oleh mereka yang datang dari negara tetangga sebagai kontigen olahraga di Asia Tenggara itu," kata Alex pula.

Rangkaian Festival Darussalam, antara lain Musabaqah Tilawatil Quran, lomba adzan, ngarak pengantin, mewarnai gambar bangunan bersejarah, lomba lukis nuansa islami, pancak silat, festival masakan Palembang, lomba pantun, Cerios Bebaso Palembang, dan karnaval mobil hias.

PALEMBANG - Replika masjid kebanggaan wong kito, Masjid Agung Palembang yang bernuansa warna kuning keemasaan nampak menarik perhatian ribuan masyarakat Palembang di Plaza Benteng Kuto Besak, Kamis (26/8) malam. Selain replika Masjid Agung Palembang, masih ada belasan replika masjid lainnya yang menghiasi 25 mobil dalam karnaval penutupan Festival Darussalam Palembang (FPD) XII, yang dimulai sejak pukul 22.00.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, puluhan mobil tersebut didesain menyerupai bangunan bernuansa Islam seperti masjid yang dilengkapi kubah. Selain milik instansi pemerintah, seperti dinas pertambangan, pariwisata, pertanian, kecamatan, juga ada yang milik Asrama Haji dan Hotel Swarna Dwipa.

Penutupan Festival Darussalam Palembang ini sekaligus memperingati Malam Nuzulul Quran 1431 Hijriah, dimulai dengan pagelaran seni budaya dan tarian khas Palembang. Festival disemarakkan dengan karnaval mobil hias yang dimulai dari Plaza BKB ke Jl Jendral Sudirman, Jl Kapten A Rivai, Jl Tasik dan kembali ke Jl Merdeka kemudian kembali ke posisi semula untuk bersiap mendengarkan pengumuman pemenang. Warga yang tidak ingin ketinggalan momen tersebut pun ikut mengiringi perjalanan karnaval.

Hadir dan sekaligus menutup Festival Palembang Darussalam XII, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin didampingi Wakil Walikota Palembang, H Romi Herton beserta segenap unsur muspida lainnya.

Kepada wartawan, Alex Noerdin mengatakan kebanggaannya terhadap budaya Kota Palembang yang terwujud dalam kegiatan tersebut. Menyaksikan kemeriahan FPD, ia optimis pelaksanaan SEA Games di Sumsel akan menuai sukses.

"Paling tidak acara seperti ini memberikan spirit buat kita menyongsong pelaksanaan SEA Games nanti," katanya. Ketua Panitia Pelaksana FPD XII, Abdul Rozak dalam laporannya mengatakan, semua rangkaian kegiatan FPD sudah selesai dilaksanakan.

Acara ini dihelat untuk melestarikan budaya Palembang khususnya dan Sumsel pada umumnya. Termasuk juga diadakan berbagai lomba dengan nuansa Islami dan karnaval 25 kendaraan hias, sejak 7 Agustus lalu. Pelbagai lomba yang diselenggarakan, yakni lo,ba pencak silat seni, MTQ, cerita
berbahasa Palembang, nasyid, melukis, mewarnai gambar bangunan bersejarah, dan sebagainya.

"Malam ini merupakan puncak acara sekaligus penutupan dengan ditampilkannya festival mobil hias," ujar Abdul Rozak.
Oleh: Irwan Wahyudi
PALEMBANG: Provinsi Sumatera Selatan menawarkan Kota Palembang menjadi ibu kota negara jika pemerintah pusat berniat memindahkannya ke luar Pulau Jawa.

Alex Noerdin menawarkan hal itu dihadapan sejumlah anggota DPR yang hadir dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Sumsel kemarin.

"Kalau mau dipindahkan, ibu kota Indonesia jangan ke Palangkaraya lebih baik ke Palembang saja. Pak Anas [Ketum Demokrat] kalau bisa tolong ini diusulkan ke Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat," ujarnya.

Alex mengatakan Palembang cukup pantas dijadikan ibu kota negara dilihat dari fasilitas dan kondisi geografisnya. Selain itu dilihat dari historis, Kerajaan Sriwijaya berpusat di Palembang hingga ke Filipina dan Madagaskar, serta dari Thailand hingga ke Afrika Selatan.

"Setidaknya Palembang tidak macet seperti Jakarta. Ke depan kami berharap semua pihak bisa mendukung bagaimana mengubah wajah kota ini," jelasnya.

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putera menyambut baik wacana pemindahan ibu kota pemerintahan ke Palembang. Menurut dia, untuk menjadikan Palembang sebagai ibu kota, dibutuhkan penyempurnaan infrastruktur dan jaringan transportasi.

"Jika nanti ada keputusan pemindahan ibu kota, kami siap saja, tetapi harus melakukan pembenahan infrastruktur, karena jalan-jalan di Kota Palembang ini kan sempit. Lagi pula kota di Sumsel ini cukup banyak," terangnya.

Pengamat politik Universitas Sriwijaya Alfitri mengatakan untuk menjadi ibu kota pemerintahan perlu ada persiapan khusus yang menunjang, seperti lahan yang memadai untuk infrastruktur pemerintahan.

Selain itu, ungkapnya perlu dipilih daerah yang relatif aman dari ancaman bencana alam maupun peristiwa kerusuhan sosial. (luz)

Pekan depan PT LI Rilis jadwal ISL musim 2010/2011

JAKARTA - Kompetisi Indonesia Super League ( ISL) musim 2010/2011 akan mulai digelar pada 26 September mendatang. Rencananya, di pekan pertama September PT Liga Indonesia ( PT LI ) akan merilis jadwal pertandingannya.

Perjalanan kompetisi musim depan dipastikan tidak bisa normal. Sebab ada agenda yang harus dilakoni timnas Merah Putih, yaitu Piala AFF 2010 dan Sea Games 2011. "Untuk Sea Games tidak akan mempengaruhi jadwal kompetisi karena timnya U-23, tapi kami harus menyesuaikan dengan timnas senior yang turun di Pila AFF," kata Joko Driyono, CEO PT LI ketika ditemui di kantornya kemarin. Untuk mencari slusi terbaik menurut Joko dirinya baru saja mengadakan pertemuan dengan tim pelatih timnas untuk membicarakan pemusatan latihan timnas senior dan formasi skuadnya.

Dengan adanya Piala AFF, PT LI memutuskan meliburkan kompetisi dari awal November hingga akhir Desember. Pada Oktober kompetisi juga akan mandeg sekitar 10 hari untuk memberi kesempatan timnas melakoni dua partai ujicoba internasional yang direncanakan pada 9 dan 13 Oktober.

Agenda tersebut akan membuat jadwal pertandingan di putaran pertama ISL musim 2010/2011 lebih ketat dibanding putaran kedua. Praktis, putaran pertama hanya akan berlangsung sekitar tiga bulan. Putaran pertama dijadwalkan akan selesai pada pekan ketiga Februari. Untuk putaran kedua rencananya akan digelar sekitar empat bulan. Kick off dimulai awal Maret dan berakhir akhir Juni.

Agar di jadwal pertandingan di putaran pertama bisa sedikit longgar, PT LI tengah mengotak atik kemungkinan tetap memainkan pertandingan tim-tim yang pemainnya tidak masuk dalam TC Timnas di antara November - Desember.

"Jika memungkinkan kami mungkin akan mengambil waktu dua atau tinga minggu di interval November - Desember untuk tetap menggelar pertandingan. Sekarang kami tengah menggodok rencana. Dari sisi teknis kami juga ingin jangan sampai ada klub yang diuntungkan dengan lebih rileks karena sudah melakoni pertandingan lebih banyak dari klub lain," beber Joko. (ali)

http://www.jpnn.com/read/2010/08/28/71152/Pekan-depan-PT-LI-Rilis-jadwal-ISL-musim-2010/2011
top