Sepakbola Wajib Sumbang Emas di SEA Games

Muchamad Syuhada - Okezone
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng/ Foto: Koran SI

JAKARTA – Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng kembali mengingatkan target yang harus dicapai Timnas Indonesia di perhelatan SEA Games 2011 nanti.

Andi yang hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman 57 perusahaan BUMN dengan beberapa induk organisasi olahraga pada Selasa (12/10/2010) di gedung kementerian BUMN, berulang kali menyatakan target di SEA Games 2011 adalah menjadi juara umum sekaligus menggondol medali emas dari cabang sepakbola.

“Emas dari sepakbola itu wajib. Juara umum tanpa juara di sepakbola ibarat makan lauk tanpa garam,” seru Andi.

Andi juga sedikit menyinggung permohonan dana tambahan sebesar Rp1,4 triliun yang diajukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada komisi RI Komisi X DPR RI pekan lalu.

"Anggaran untuk Menegpora cuma Rp1,5 triliun, itu juga harus dibagi untuk olahraga serta kegiatan kepemudaan. Jadi tidak mungkin kami bisa membantu jika PSSI menganggarkan Rp1,4 triliun," tuturnya kepada wartawan. (msy)

JAKARTA, Kompas.com - Guna mendukung Program Indonesia Emas (Prima), induk organisasi perseta SEA Games XXVI resmi mengadakan kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Inilah daftar BUMN yang siap mendukung beberapa cabang olahraga:

1. Judo - PT Bank Tabungan Negara
2. Baseball dan Softball - PT Asuransi Jasa Raharja.
3. Renang - PT Jasindo
4. Taekwondo - PT Bank Bukopin
5. Pencak Silat - PT Askes
6. Atletik - PT Bank Mandiri
7. Judo - PT Perusahaan Pengelola Aset
8. Tenis Meja - PT Angkasa Pura I
9. Wushu - PT Angkasa Pura II
10. Angkat Besi - PT Kereta Api Indonesia
11. Dayung - PT Pelindo I
12 Layar - PT Pelindo II
13. Ski Air - PT Pelindo III
14 Diving - PT Pelindo IV
15. Tinju - PT Pupuk Srwidjaja
16. Futsal/anggar/angkat besi/angkat berat/panjat tebong/taekwondo -PT Perkebunan Nusantara 1-XIV dan PT RNI
17. Kano - Perum Jasa Tirta I
18 Kano - Perum Jasa Tirta II
19. Panahan - Perum Perhutani
20. Bulu tangkis - PT Smen Gresik Persero Tbk
21. Balap Sepeda - PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk
22. Boling - Perusahaan Gas Negara Persero Tbk
23. Bulu tangkis - PT Pertamina Persero
24 Balap Sepeda - PT Telkomsel
25. Sepak bola : PT Tambang Batu Bara Bukit Asam persero Tbk
26. Catur - PT PLN persero
27 Bridge - PT Timah Persero Tbk
28. Menembak - PT Pindad
29. Basket - PT Krakatau Steel
30. Boling - Perum Pegadaian
31. Biliar - PT Pembangunan Perumahan Persero Tbk
32 Renang - PT Jasa Marga Persero Tbk
33. Tenis Meja - PT Pos Indonesia
34. Kempo - PT Antam Persero Tbk
35 Senam - PT Jamsostek Persero
36. Paralayang - PT Dirgantara Indonesia
37. Polo Air - PT Pal Persero, PT DKP Persero, PT DKS Persero
38. Dragon Boat Race - PT ASDP Persero

JAKARTA, KOMPAS.com - DKI Jakarta dan Palembang sebagai tuan rumah SEA Games XXVI yang dihelat tahun 2011 mengharapkan Surat Keputusan (SKep) mengenai kepastian pembagian cabang olahraga segera dikeluarkan. Pasalnya hal tersebut terkait erat dengan penyusunan anggaran dana, baik rehabilitas ataupun pembangunan venue baru.

Hal tersebut diungkapkan Deputi I Indonesia SEA Games Organization Committee (INA-SOC), Djoko Pramono, selepas rapat bersama cabor peserta SEA Games XXVI di Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010).

"Baik Jakarta maupun Palembang meminta kepada saya supaya SKep segera diterbitkan karena mereka harus segera mangajukan anggaran APBD dan APBN," ujar Djoko.

Pembagian cabor sebelumnya telah dilakukan dalam SEA Games Sport and Rules Committee di Hotel Mulia, 27 September lalu dan menyimpulkan 22 cabor dihelat di Jakarta serta 21 cabor lainnya di Palembang (dengan pertimbangan cabor sepak bola di dua kota). Namun sampai saat ini jumlah tersebut masih kemungkinan akan berubah karena belum ada SKep resmi sebagai bentuk perlindungan hukumnya.

"Saat ini masih dibicarakan antara PB, deputi I dan provinsi karena khusus untuk Jakarta ada beberapa cabor yang tidak diselenggarakan di Jakarta. Misalnya cabor anggar yang semula rencananya digelar di Tenis Indoor Senayan akan dipindah ke Universitas Indonesia, Depok. Ini berarti ada tidak bisa mengambil dana dari APBD DKI Jakarta," papar Djoko.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia menegaskan, rencananya total anggaran sebesar Rp 70 milar akan dialokasikan dari APBN untuk cabor di luar DKI Jakarta. Selain mengenai SKep, dalam rapat tersebut juga membahas perihal kelengkapan data atlet pelatnas SEA Games XXVI berupa hasil tes fisik dan tes kesehatan yang digunakan untuk melengkapi handbook. Nantinya akan ada 42 handbook berisi data atlet sesuai cabor SEA Games XXVI.

Penulis: Angelina Merlyana Ladjar | Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo
TEMPO Interaktif, Jakarta - Induk-induk organisasi cabang olahraga yang akan berlaga di SEA Games XXVI tahun depan mendapatkan dukungan finansial dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu ditandai dengan adanya penandatangan nota kesepahaman antara para BUMN dengan induk cabang olahraga terkait pada Selasa (12/10).


Menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar, menyatakan kerja sama itu merupakan bagian dari upaya untuk menyukseskan SEA Games XXVI. Seperti yang diinstruksikan Presiden sebelumnya, kata dia, sukses SEA Games XXVI ada tiga, yaitu sukses penyelenggaraaan, sukses kejuaraan dan sukses ekonomi.

"Partisipasi BUMN ini adalah sukses untuk kejuaraan atau prestasi. Untuk mendukung kualitas para atlet sehingga perolehan medali dapat lebih baik," kata Abu Bakar. Rencana pemberian bantuan pembinaan atlet dalam bentuk sponsorship ini sebenarnya sudah didengungkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng sejak tahun 2009 silam, saat dia mendampingi kontingen Indonesia di SEA Games XXV Laos.

Kala itu, Andi menjanjikan agar setiap induk cabang olahraga dinaungi satu BUMN sebagai sponsor. Hal itu kemudian terealisasi saat ini. "Sebagai fasilitator, kami berusaha menjodohkan masing-masing cabor sesuai kebutuhan mereka masing-masing," katanya.

Secara khusus, melalui kesepakatan ini setiap BUMN akan mensponsori setiap kegiatan yang digelar induk cabang olahraga. Mustafa menambahkan bahwa secara lebih konkret akan terdapat bentuk kerja sama lain berbentuk promosi bagi atlet berprestasi untuk bekerja di BUMN sesuai keahlian mereka masing-masing. "Atlet berprestasi yang cocok jadi pegawai dan belum mempunyai pekerjaan akan kita tampung sesuai dengan keahlian," ujar Mustafa.

Beberapa contoh pembinaan yang dilakukan antara lain pembinaan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) dipegang oleh PT Telekomunikasi Indonesia bersama dengan anak perusahaannya PT Telkomsel. Selain itu, ada PT Pertamina yang membina cabang bulutangkis, PT Pos Indoanesia yang membina tenis meja, serta PT Tambang Batubara Bukit Asam yang mendapat jatah membina sepak bola nasional.

Secara keseluruhan terdapat 37 BUMN yang turut serta dalam penandatangan nota kesepahaman. Masih tersisa beberapa cabang olahraga seperti berkuda, golf, serta sepatu roda yang belum dinaungi satu BUMN tertentu.

EZTHER LASTANIA


KOMPAS.COM/HAMZAH
Nugraha Besoes

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengharapkan bantuan dari BUMN kepada PSSI dapat bersifat jangka panjang dan tidak hanya untuk sekadar ajang SEA Games semata.

Seperti diketahui, tadi pagi Kementerian BUMN bersama PSSI dan cabang-cabang olahraga lainnya melakukan penadatanganan MOU. Isinya adalah BUMN memberikan sokongan dana kepada cabang-cabang olahraga tersebut untuk berpartisipasi di ajang SEA Games.

PSSI sendiri mendapat bantuan dari 20 BUMN, lima di antaranya untuk sepak bola. Adapun sisanya untuk futsal. Targetnya yang diberikan adalah PSSI dapat membawa timnas meraih medali emas.

"Kita belum lihat apa sih bantuan dana itu. Kalau hanya untuk SEA Games saja kan sayang. Mendingan jangka panjang sekaligus sehingga kita bisa membuat perencanaan menyeluruh untuk nanti diajukan kepada mereka," kata Besoes di kantor PSSI, Selasa (12/10/2010).

Senada dengan Besoes, Ketua Umum Nurdin Halid juga mengatakan hal yang sama. Menurut Nurdin, alangkah baiknya jika dana itu digunakan untuk pembinaan pemain muda.

"Sebetulnya bantuan itu saya prioritaskan untuk pembinaan usia dini. Tapi ternyata, setelah saya baca perjanjiannya untuk meraih medali emas di SEA Games. Sementara PSSI dan pemerintah sudah menyiapkan dana untuk itu. Jadi saya pikir dana dari BUMN ini untuk memperkuat," sebut Nurdin.

Lima BUMN yang memberikan dana kepada PSSI adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT Pertamina, PT Telkom, PT Tambang Batubara Bukit Asam, dan PT Semen Padang.

Festival Musi Ditunda Akibat Kurang Dana

Robert Adhi Ksp/KOMPAS
ilustrasi

PALEMBANG, KOMPAS.com--Festival Musi yang semula dijadwalkan berlangsung akhir Oktober ditunda sampai Desember karena panitia kekurangan dana akibat sponsor yang akan mendukung acara itu belum memastikan realisasi komitmen mereka.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palembang Baharuddin Ali, di Palembang, Sabtu, mengatakan, saat ini alokasi dana dari APBD Kota Palembang untuk kegiatan tersebut hanya sebesar Rp300 juta.

"Padahal idealnya perhelatan wisata tersebut memerlukan biaya sekitar Rp3 miliar," katanya.

Ia menjelaskan, kekurangan dana untuk pelaksanaan kegiatan lomba perahu naga, bidar prestasi, dan kapal motor hias tersebut akan dicukupi pihak ketiga.

Namun, kata dia, hingga akhir minggu pertama Oktober belum ada kepastian yang telah disampaikan sponsor tersebut.

Menurut Baharuddin, pihaknya terpaksa menunda pelaksanaan ajang wisata dan budaya tahunan di Sungai Musi yang diikuti sejumlah utusan provinsi di Indonesia tersebut.

Ia mengatakan, meskipun ditunda, sejumlah calon peserta festival yang akan mengikuti lomba perahu naga sudah survei lokasi ke Palembang.

Hal itu, kata dia, membuktikan bahwa peserta yang datang dari berbagai provinsi serius akan mengikuti festival tersebut.

Dia menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan kepada sejumlah daerah yang menyatakan kesiapan mereka ikut kegiatan tersebut terkait dengan penundaan ajang wisata itu.

Provinsi Jambi, Riau, dan Kalimantan Barat merupakan sejumlah daerah yang menyatakan akan mengirim tim utama pada kegiatan tersebut.

Baharuddin menambahkan, pihaknya juga telah mengundang perwakilan dari Malaysia, Thailand, dan Brunei untuk hadir sebagai peserta Festival Musi.

Penulis: Jodhi Yudono | Editor: Jodhi Yudono | Sumber : ANT
Sumber : Sumatera Express
PDF Cetak E-mail

Waktu pelaksanaan SEA Games XXVI November 2011 tak akan terasa lama. Sejak saat ini tersisa sekitar satu tahun. Panitia pelaksana Sumsel terus mempersiapkan diri. Salah satunya menyangkut para pendukung suksesnya even bertaraf internasional yang diikuti 11 negara tersebut.
“Hingga akhir tahun ini, kita fokus melengkapi perangkat/personel yang diperlukan. Baru awal tahun depan (2011, red) kita mulai dengan pembekalan dan pelatihan serentak masing-masing,” tutur sekretaris ketua panitia pelaksana SEA Games Sumsel, Apriza Yunada di Kantor KONI Sumsel, kemarin (8/10).
Seleksi yang sudah dilakukan untuk liaison officer (LO) dan asisten pelatih tari Denny Malik. Khusus LO yang terpilih, sekitar 80 persen memang berstatus mahasiswa dan mahasiswi. Mereka nantinya akan dibagi-bagi. Ada yang memandu tamu VVIP, atlet dan officer (ofisial dan pelatih).
Kemampuan berbahasa Inggris menjadi modal utama untuk seorang LO. “Makanya, tes pertama yang kita lakukan adalah wawancara dan bahasa Inggrisnya,”tutur Apriza. Minimal untuk tiap cabor (cabang olahraga) dipandu dua LO. Secara bertahap, akan dilakukan seleksi untuk para penari yang dilibatkan pada open and closing ceremony SEA Games.
“Kemungkinan mulai minggu depan sudah mulai seleksi. Bisa dari pelajar, kalangan umum dan lainnya,”jelasnya. Selain itu, dilibatkan pula personel paduan suara, paskibraka dan para Bujang Gadis, Cici Koko, Puteri Sumsel, dan Duta Pariwisata. Kata Apriza, semua ambil bagian karena setidaknya diperlukan dukungan personel pelaksana 1500 orang untuk menyukseskan even akbar ini.
Para LO akan mengikuti pembekalan selama tiga bulan. Meliputi pengetahuan budaya, olahraga, kepribadian, psikologis dan lainnya. Sementara untuk asisten pelatih tari nantinya akan mendapat pembekalan sendiri dari Denny Malik. “Masing-masing mereka mungkin akan membantu menghandle 30-50 orang penari,”cetusnya.
Latihan tiga bulan pertama kemungkinan tidak terlalu intensif. Namun, tiga bulan jelang hari H, latihan persiapan akan intensif berlangsung setiap hari.”Kita tentu tidak ingin gagal sebagai tuan rumah yang baik. Jadi, selain sukses prestasi juga sukses penyelenggaraan,”pungkas Apriza.(46)
top