GOR Kampus Tetap Dibangun

Sriwijaya Post

PALEMBANG - Begitu Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk hotel dan Town Square dari Pemkot Palembang dikeluarkan, areal Gedung Olahraga (GOR) Kampus Palembang hari ini, Jumat (22/10) resmi dibangun. Sedangkan untuk rehab GOR, sudah dilakukan dan kini sudah hampir selesai.

Pemancangan tiang pertama pembangunan kompleks Palembang Sport Convention Centre (PSCC) disaksikan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH dan Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT.
Pembangunan kawasan ini menelan dana Rp 127 Miliar. "Izin dan semuanya sudah selesai. PSCC mulai dibangun, insya'allah akan diresmikan gubernur," kata Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah.

Dikatakan, semua persyaratan administrasi pembangunan kawasan GOR telah disetujui pemerintah kota Palembang dan pembangunan dipatok selesau sebelum SEA Games 2011 mendatang.
Hal yang sama disampaikan Robert, Pimpinan Cabang PT Griya Inti Sejahtera Insani (Gisi) selaku pelaksana pembangunan PSCC. "Saya sudah melihat lokasi tiang pancang bersama Sekda," katanya.

Pembangunan PSCC tidak menggunakan dana APBD Sumsel, tetapi melalui pembiayaan sistem Build Operata Transfer (BOT), antara Pemprov Sumsel dengan PT Gisi berupa bangunan town square, hotel dan renovasi GOR.

Alasan lain kenapa GOR dibangun menjadi PSCC, pertama akan digunakan untuk kepentingan Sea Games, seperti hotel, sarana olahraga dan lainnya. Kedua, kondisi bangunan GOR sudah mengalami penyusutan mencapai 60 persen sejak dibangun. Apalagi, untuk melakukan perawatan sedikitnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel membutuhkan dana Rp 200 juta pertahun. Sementara pendapatan asli daerah (PAD) dari GOR hanya Rp 66 juta. Itu artinya, Pemprov kerap mengalami kerugian Rp 134 juta per tahun
hanya untuk pemeliharaan, pembayaran listrik, air dan lainnya.

Bisa dipastikan 30 tahun kedepan, ungkap Rizal, GOR hanya tinggal puing-puing semata. Sebab, setiap tahunnya GOR tersebut mengalami
penyusutan kondisi mencapai 2 persen per tahun. Bahkan sejak dibangun pada 40 tahun silam, penurunan yang terjadi sudah mencapai 60 persen. "Jika tidak dikembangkan sangat disayangkan kondisi bangunan," katanya.

Dengan berakhir masa kontrak selama 28 tahun, Pemprov Sumsel dapat hasil Rp 513,4 miliar, dengan rincian Rp 77,7 miliar modal Pemprov, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 18,7 miliar dan nilai bangunan Rp 494,7 miliar. "Selama proses BOT, setiap tahun pemerintah tetap mendapat penerimaan ke PAD," papar Rizal.
Husin

0 comments:

Post a Comment

top