Gending hingga Glory of Sriwijaya

Sriwijaya Post - Sabtu, 7 Agustus 2010 21:43 WIB


PALEMBANG —Konsep Glory of Sriwijaya dan usulan tari Gending menjadi bagian dari acara utama opening-closing SEA Games 11 November 2011 mendatang, menjadi pembahasan utama dalam rapat antara pihak KONI Sumsel, koreografer kenamaan Denny Malik dan Dewan Kesenian Sumsel, di Ruang Pertemuan Rumah Makan Pagi-Sore, Sabtu (7/8).

Denny Malik mengusulkan konsep tentang Glory of Sriwijaya yang menyampaikan tentang masa kejayaan kerajaan Sriwijaya, masa sekarang dan yang akan datang. Ia juga mengharapkan tari Gending Sriwijaya yang sangat identik dengan Sumsel akan rangkaian acara kolosal.”Tari Gending adalah tari khas Sumsel dan sudah dikenal di tingkat nasional, maka saya usulkan tari ini akan ada di acara opening-closing SEA Games,” jelas Denny.
Meski demikian Denny tetap meminta tanggapan dari para ahli seni dan budaya Sumatera Selatan. Sebab tari Gending adalah tarian khas dan menjadi ikon Sumsel. Tentunya ada beberapa hal yang perlu dibahas lebih lanjut, terutama untuk gerakan dan durasinya.
“Jika nantinya bisa dikolaborasikan dengan beberapa gerakan lainnya, maka Gending Sriwijaya sangat bagus dalam pembukaannya. Tetapi inikan sudah menjadi ikon Sumsel, sehingga harus

meminta pendapat para ahli seni dan budaya Sumsel,” jelas Denny Malik.
Sebab jika tari Gending adalah ikon Sumsel dan tidak bisa keluar dari pakemnya, maka harus ada usulan tari lain khas Sumsel. Makanya ia tidak mau merusak pakem yang ada. Tentunya butuh masukan-masukan. “Artinya ada tarian khusus khas Sumsel seperti tari piring misalnya. Namun saya tetap berharap ada tari Gending di pembukaan,” jelas Denny.

Mengenai usulan Denny ini ditanggapi oleh Pebri dari Dewan Kesenian Sumsel. Menurut ia tari gending kiranya sudah sesuai dengan khas Sumsel. Namun untuk membahas ini perlulah diadakan rapat koordinasi lanjutan. Ia juga menghimbau agar para seniman dan budayawan Sumsel dilibatkan secara penuh.
Mengenai hal ini Denny sudah memiliki komitmen bahwa dia hanyalah pengatur teknis, selebihnya ide-ide dan kreativitas adalah milik seniman dan budayawan Sumsel. Sebab menurut Denny, SEA Games adalah perhelatan se-Asia Tenggara, artinya Sumsel membawa nama Indonesia. Namun

karena pembukaan di Sumsel maka perlu kiranya menonjolkan kebudayaan dan seni khas Sumsel. Sebab pertunjukkan akan dilaksanakan secara outdoor. Artinya akan banyak melibat orang secara kolosal, semuanya akan berkaitan dengan efek teknologi.
“Di sana kita membutuhkan banyak pelaku seni, koreografer, pelatih dan penari, kostum, model, desainer, kurator dan terutama musisi tradisional dari Sumsel,” jelas Denny.
Persiapan Rampung September

Ditambahkan Wakil Ketua II KONI Sumsel Dhennie Zaenal, ditargetkan, persiapan opening-closing SEA Games rampung akhir bulan September 2011. Untuk itu Sumsel bergerak cepat, sebab waktu persiapan terbilang sangat singkat.
“Persiapan SEA Games memang harus benar-benar matang. Artinya tidak semudah membalik telapak tangan. Sebab komponen harus diperhatikan dengan detail,” kata Wakil Ketua II KONI Sumsel, Dhennie Zaenal.

Sebab menurut Dhennie, waktu yang dimiliki terbilang sangat singkat yakni kurang lebih satu tahun saja. Persiapan juga terpotong waktu puasa, sehingga maksimalnya panitia bergerak sejak bulan Oktober dan selesai pada Semptember.”September itu ditargetkan persiapan sudah matang. Sehingga waktu 2 bulan kita itu adalah tahap penghalusannya. Terutama untuk acara opening-closingnya,” jelas Dhennie.(ndr)

0 comments:

Post a Comment

top