Panitia SEA Games Akan Gunakan Pakaian Teluk Belango

TEMPO Interaktif, Palembang - Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) mengapresiasi kesiapan SEA Games di Sumatera Selatan pada 2011. KKP mengusulkan agar kearifan budaya lokal ditonjolkan dalam event tersebut. Salah satunya dengan menggunakan pakaian adat Teluk Belango yang sering dikenakan warga Sumatera Selatan jika ada hajatan. Pakaian di pakai oleh petugas dan panitia SEA Games 2011.

Ketua Harian KKP Masagus Idrus Ali dalam diskusi "Membeda Kesiapan Sumsel sebagai Tuan Rumah SEA Games," mengatakan sudah selayakan Sumatera Selatan menonjolkan identitas asli masyarakat lokal. "Kenapa dipilih Teluk Belango? Karena tidak mahal dan lebih praktis dibandingkan dengan kain songket," kata Masagus, Senin (27/9).

Idrus menambahkan, jika di Jawa, batik menjadi simbol pakaian masyarakat. maka Sumatera Selatan juga bisa memanfaatkan kain tajung sebagai pakaian yang dimodifikasi, dan ini juga bisa dimanfaatkan oleh pengrajin-pengrajin kain tenun tradisional di kota Palembang.
"Setidaknya ini juga menjadi peluang bagi UKM-UKM di kota Palembang," katanya.

Ketua DPRD Sumatera Selatan, Wasista Bambang Utoyo, mengatakan citra Sumatera Selatan akan dimulai dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang. Kesan baik tersebut juga harus ditampilkan dalam pemberian layanan terhadap tamu-tamu yang hadir saat event berlangsung.

"Ketika pelayanan itu positif, maka kesan baik itu akan mereka bawa ke negara mereka,. Sebaliknya, ketika ada kejadian buruk maka itu akan tersebar pula ke negara lain," katanya.

Sosiolog Alfitri mengatakan, persiapan sosiokultural menjelang SEA Games dapat dilakukan pemerintah dengan menonjolkan simbol pada bangunan pemerintahan, pelayanan publik, dan nama jalan dengan huruf kagangga. Juga bisa menyaipkan sajian kuliner dan souvenir yang mencerminkan kekayaan potensi budaya masyarakat Sumatera Selatan.

"Untuk melakukan promosi wisata yang mencerminkan potensi alam dan sejarah Sumatera Selatan perlu guide yang dibekali dengan pengetahuan sosiokultural Sumatera elatan," kata Alfitri.

Arif Ardiansyah

0 comments:

Post a Comment

top